Berada di tempat yang sama tanpa aktivitas itu sangat membosankan. dan mulai terbesik dalam benak kalau gini gini aja jadi apa nantinya. saat itu juga harus ambil langkah yang mungkin keputusan itu berat yah berat karna harus jauh dari orang tua. Tapi itu lah sebuah tantangan berani keluar dari zona nyaman.
Akhir tahun 2018 adalah langkah awal, berangkat dengan uang saku yang minim, tapi nggk jadi penghalang untuk melangkah. okey sesampainya di tempat tujuan barulah beradaptasi dengan orang sekitar. terasa asing di tempat yang mana ada berbagai ras suku budaya dan agama. setelah sebulan udah mulai masukan lamaran kerja. berselang beberapa hari setelah masukkan surat lamaran akhirnya ada panggilan untuk interview dan saya pun udah di terima kerja. di tempat kerja menyediakan tempat tinggal untuk para karyawatinya. tinggal satu atap dengan orang yang berbagai daerah dan juga berbeda keyakinan mengajarkan banyak hal, bagaimana kita bisa menghargai satu sama lain.
Waktu tidak terasa benar kutipan yang mengatakan bahwa manusia hanya bisa berencana tapi tuhanlah yang merancangnya. udah planning mau pulang kampung saat tiba hari raya eh tau tau nya tuhan berkehendak lain. di saat itu dunia sedang terguncang akan sebuah musibah adanya sebuah wabah virus yang hampir melumpuhkan indonesia juga berbagai negara lainnya dan juga banyak memakan korban yang membuat penduduk menjadi was was dalam mengambil langkah. jangan kan untuk pulang kampung bahkan kerja dan keluar rumah saja kita di larang karena penyebaran virusnya ini sangat cepat. bahkan rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien hingga saking banyaknya mayat manusia tak mampu lagi gali lubang untuk mengubur mayat, akhirnya pakai bantuan alat berat untuk gali lubang.
Setahun pun berlalu, masuk tahun kedua waktu terus berjalan rasa rindu pun semakin mencengkram di dada semua berjalan seperti biasanya pagi kerja hingga sore malamnya nelpon atau video call keluarga untuk meluapkan rasa rindu. Terbesik dalam pikiran mengharapkan gaji aja nggk cukup untuk kebutuhan dan sebagian kirim untuk orang tua. sepertinya harus ada sampingan yang bisa menghasilkan pundi-pundi duit 😀. beriringan dengan masa pandemi atau masih keadaan virus covid 19 belum berhenti banyak perusahaan yang memecat para karyawannya karena kurangnya pemasukan atau penghasilan dari perusahaan. akhirnya banyak manusia yang terlantarkan keluarganya melihat situasi itu rasanya sedih juga. tapi karena kreativitas manusia ketika virus bermutasi maka manusia pun bisa beradaptasi.
Aktivitas sehari hari tidak terlepas dari gadget. daripada cuman ngeliat postingan orang lain jualan atau nge share bisnisnya kenapa aku nggk coba juga. oke mari kita mulai, dari postingan seseorang yg membuka peluang yaudah aku coba untuk daftar. dan namanya pemula jangan heran yah karena masih sedikit kaku 😁. dan mulai juga posting-posting dan diarahkan juga dari grup nya. oh ternyata gini yah, kenapa nggk dari dulu aku gunain hp buat menghasilkan duit. tapi nggk ada kata terlambat yang penting ada kemauan. setelah beberapa bulan menjalankan bisnisnya rasa malas muncul mungkin karena penolakan saat menawarkan. tapi kembali semangat ketika closing 😍.
Nggak terasa udah 2 tahun kerja. udah nabung juga buat rencana balik kampung saat tiba hari Raya nanti, lagi dan lagi hanya sebuah wacana karena situasi yang tidak memungkinkan jadi uangnya aku kirimin aja untuk keperluan keluarga di kampung. harus tetap semangat, dalam hidup pasti ada titik jenuh masing-masing orang. tapi di situ aku ketemu dengan bisnis baru yang mana dimentorin langsung oleh trainer internasional 5 benua. makin semangat dong, aku nunggu gajian buat nanti jadi modal untuk join di bisnis itu. alhamdulillah gajian tiba aku ambil yg modal nya paling minim dulu. dan benar-benar dibimbing sampai menghasilkan banyak kajian banyak pembinaan pokoknya keren banget deh komunitasnya. tapi dalam berbisnis sangat penting namanya manage waktu dan keuangan. apalagi kalau seperti saya yang fokusnya terbagi dua yaitu kerja sambil bisnis. walaupun belum fokus ke bisnis tapi tetap konsisten menjalankannya karena saya yakin bisnis ini akan besar nantinya dan ini akan menjadi jangka panjang. karena lebih mengutamakan di bisnis yang baru jadi bisnis yang lama aku lepas. bukan berarti kacang yang lupa kulitnya yah, tapi lebih cocok dengan bisnis yang baru ini dan peminat produknya pun banyak. tak perlu jadi dokter untuk membantu kesembuhan atau keluhan sakit orang lain. dengan wasilah produk yang saya jual alhamdulillah banyak yang terbantu teratasi keluhan sakitnya. mulai dari keluarga dan sampai keluar daerah.
Masuk tahun ke tiga di kampung orang, kalau di bilang rindu itu sangat berat benar kata dilan "biar aku saja kamu nggk akan kuat". aku udah kek bang toyib aja tiga kali puasa tiga kali lebaran nggk pulang-pulang hehe. nggk terasa udah mau tiga tahun aja aku kerja, usia makin bertambah juga. tapi bersyukur kepada Sang Maha kuasa yang masih memberikan nikmat sehat dan iman sehingga masih bisa menghirup udara segar dan masih bisa menikmati keindahan ciptaannya.